Sabtu, 27 April 2013


MAKALAH TENTANG HIV AIDS

 




                                                          










DISUSUN OLEH
Shafira tri rahayu




Kata pengantar

          Puji syukur kehadiran ALLAH swt atas limpah hidayah, rahmat dan lindungannya.
Akhirnya makalah ini saya selesaikan dengan lancar.
          Makalah ini saya susun untuk memenuhi hukuman saya. Selain itu saya menyusun makalah ini untuk menambah wawasan untuk memahami tentang VIRUS HIV AIDS.
          Mungkin masalah yang saya buat ini belum sempurna karna saya juga masih dalam belajar, oleh karena itu saya menerima saran/kritikan anda supaya makalah selanjutnya bisa lebih baik dari sebelumnya.
          Dalam makalah ini saya membahas tentang HIV AIDS. Semoga makalah saya buat ini bisa bermafaat bagi pembaca.
          Demikianlah makalah yang saya susun dan jika ada tulisan atau prerkataan yang kurang berkenan(sopan) saya mohon sebesar-besarnya, semoga makalah ini bermanfaat buat pembaca.



I
Daftar isi


Kata pengantar… … … … … … … … … … … … … … … … … … … …I
Daftar isi… … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … ... ..II
Bab I
Pendahuluan… … … … … … … … … … … … … … … … … … … … .III
1.      Penemu virus HIV AIDS… … … … … … … … … … … … … III
2.      Pengertian HIV AIDS… … … … … … … … … … … … … … .IV
a.      Tanda awal infeksi HIV… … … … … … … … … … ..V
b.      Yang dilakukan HIV pada tubuh… … … … … … …V
3.      Asal usul HIV AIDS… … … … … … … … … … … … … … …VI
Bab II                                       
1.      Cara penularan HIV AIDS… … … … … … … … … … … …VI
2.      Masa inkubasi virus… … … … … … … … … … … … … …VII
3.      Gejala HIV AIDS… … … … … … … … … … … … … … … ...VII
4.      Yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS… … … … … …VIII
Bab III
Penutup… … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … …IX
1.      Simpulan… … … … … … … … … … … … … … … … … … …X
2.      Saran… … … … … … … … … … … … … … … … … … … …...XI
Tanya-Jawab seputar HIV/AIDS… … … … … … … … … … … … XII - XIII
II

BAB 1

Pendahuluan


1.Penemu Virus HIV/AIDS
         London – Dua ilmuan yang menemukan HIV berbagi Nobel Kedokteran dengan ilmuan yang mengaitkan HPV dengan kangker rahim. Adapun kedua ilmuan ini masing- masing Barre Sinoussi dan Luc Montagnier. Keduanya dinilai berjasa dengan penelitian mereka dalam menemukan virus penyebab AIDS.
     Komite Nobel mengatakan penemuan kedua warga perancis itu amat vital dalam membantu para ilmuan memahami biologi dari virus yang mengancam dunia.
       Lebih dari 25 juta orang meninggal karena HIV/AIDS sejak tahun 1981 dan di seluruh dunia tercatat 33 juta orang yang mengidap virus HIV.
       Temuan Sinoussi dan Montagnier antara lain mendorong metode diagnose pasien maupun dalam memeriksa darah, yang membatasi penyebaran wabah HIV/AIDS.
       Walau masih belum ditemukan obat untuk HIV,dalam beberapa tahun belakangan penyakit itu tidak lagi menjadi hukuman mati langsung bagi penderitanya.
       Pengobatan saat ini sudah berhasil memperpanjang masa hidup pengidap HIV sampai puluhan tahun.
       Sementara itu Harald zur Hausen, asal jerman, meraih Nobel Kedokteran karena jasanya dalam mengaitkan HPV, atauhuman papilloma virus, dengan kangker rahim. 
III

2.Pengertian HIV AIDS
       AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus semacam ini akan mudah terserang infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Untuk sampai saat ini, penyakit HIV AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan obatnya, kalau pun ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan virusnya saja.

     Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti  SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
    AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

    Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula.
IV

A.  Apa saja tanda awal infeksi HIV?
           Walaupun peningkatan kesadaran tentang HIV, AIDS dan risiko seks yang tidak aman, banyak orang tidak tahu apa-apa tentang tanda-tanda awal HIV. Meskipun kemungkinan tertular virus masih relatif rendah, penting untuk menyadari tanda/gejala awal, terutama jika Anda baru saja melakukan hubungan seks tanpa kondom.
           Namun, sebagian masalahnya adalah bahwa sekitar sepertiga dari orang yang terkena virus tidak akan menampilkan gejala awal sama sekali. Bahkan, banyak hidup dengan HIV selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa mereka terinfeksi. Tentu saja, semakin awal infeksi didiagnosa dengan tesHIV, maka semakin besar peluang pengobatannya.

B. Apa yg HIV lakukan pada tubuh?
           HIV adalah virus yang dalam bentuk canggih, dapat menyebabkan kondisi terminal AIDS (Acquired Immuno Deficiency Virus). Hal ini menyerang sel dalam tubuh yang melawan infeksi - meninggalkan Anda lebih rentan terhadap penyakit. Seseorang yang terinfeksi dengan HIV tidak selalu berkembang menjadi AIDS. Pada tahap akhir HIV, gejala yang terjadi dapat memiliki efek melemahkan pada penderita.
           Namun, dalam tahap awal, HIV dikenal sebagai utama infeksi HIV. Gejala biasanya muncul beberapa minggu setelah terkena dan hanya dapat berlangsung untuk waktu yang singkat.
V

3.Asal usul
       AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.      Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea Bissau, Gabon, dan Kamerun.     Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya, contohnya selama berburu atau pemotongan daging. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Namun demikian, komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada.

BAB II

1.CARA PENULARAN VIRUS HIV?
HIV menular melalui cairan tubuh seperti darah, semen atau air mani, cairan vagina, air susu ibu dan
cairan lainnya yang mengandung darah.
Virus tersebut menular melalui:
? Melakukan penetrasi seks yang tidak aman dengan seseorang yang telah terinfeksi. Kondom adalah
satu–satunya cara dimana penularan HIV dapat dicegah.
? Melalui darah yang terinfeksi yang diterima selama transfusi darah dimana darah tersebut belum dideteksi
virusnya atau pengunaan jarum suntik yang tidak steril.
? Dengan mengunakan bersama jarum untuk menyuntik obat bius dengan seseorang yang telah terinfeksi.
? Wanita hamil dapat juga menularkan virus ke bayi mereka selama masa kehamilan atau persalinan dan
juga melalui menyusui.
VI

2.MASA INKUBASI VIRUS HIV
Masa inkubasi virus HIV sangat lama yaitu kurang lebih 10 tahun. Begitu masuk dalam tubuh manusia, virus HIV tidak serta merta menyerang orang tersebut dengan ganas sampai akhirnya meninggal. Virus ini membunuh manusia secara pelan tapi pasti.

Diperlukan waktu kurang lebih 10 tahun bagi virus ini baru mulai menampakkan gejalanya. Selama 10 tahun tersebut hampir tidak ada gejala yang menonjol yang menyebabkan penderitanya waspada atau melakukan sesuatu untuk bertahan hidup. Biasanya seseorang baru tahu terinfeksi virus HIV ketika sudah menjadi AIDS. Padahal, kalau sudah memasuki tahap AIDS, kemungkinan untuk memperpanjang hidup sangat kecil.

3.Gejala HIV AIDS
     Gejala HIV AIDS tidak selalu muncul ketika terinfeksi AIDS. Beberapa orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh demam, sakit kepala, kelelahan, dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV AIDS bisa jadi salah satu atau lebih dari ini semua biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
        Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orang. Kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif menginfeksi dan membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. Virus HIV menghancurkan sel-sel yang berfungsi sebagai “pejuang” infeksi primer, yang disebut CD4 + atau sel T4. Setelah sistem kekebalan melemah, gejala HIV AIDS akan muncul.
       Gejala AIDS adalah tahap yang paling maju dari infeksi HIV. Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 CD4 + sel per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi jarang terjadi pada orang sehat. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, dan organisme lainnya. Infeksi oportunistik umum pada orang dengan AIDS. Hampir setiap sistem organ yang terkena. 
VII

4.YANG BERESIKO TINGGI TERKENA HIV
     Orang atau kelompok orang yang beresiko tinggi terkena AIDS. Kelompok yang sangat beresiko tinggi diantaranya adalah para homoseksual dan Heteroseksual yang suka bergonta ganti pasangan, khususnya yang suka jajan (dalam tanda petik "melalui pelacuran"). Di Amerika contohnya penularan AIDS yang disebabkan oleh Virus HIV 56-75% adalah kelompok orang Homoseksual, dan sisanya 26-20% yaitu dari kelompok Heteroseksual. Namun dari berbagi informasi sekarang ini 86% yang beresiko tertular Virus HIV justru dari hubungan Heteroseksual, sisanya dari kelompok Homoseksual dan gara-gara transfusi darah, penggunaan jarum sutik pada pencandu narkoba dan lainnya.
     Jika dilhat dari kelompok usia, maka yang sangat beresiko tinggi penularan Virud HIV adalah kelompok remja atau anak muda yaitu usia sekitar 13-25 tahun. Karena kelompok usia tersebut pergaulan bebasnya sangat tinggi terlebih di negara-negara yang tidak mengutamakan nilai moral, etik, dan agama. Sebgai contoh di Amerika serikat, katanya 7 dari 10 wanita dan 8 dari 10 pria melakukan hubungan seksual sebelum umur 20 tahaun atau dibwah 20 tahun. Dan satu dari 6 pelajar wanita yang pergaulannya sangat bebas (sexually active), paling sedikit telah berganti-ganti psangan dengan 4 pria yang berbeda ( wow sangat mengherankan buat saya). Satu lagi, setiap tahunya 1-7 remaja tersebut terkena penyakit kelamin (Veneral Disease). Dan masih banyak lagi penyakit yang disebabakn pergaulan bebas dan seks bebas seperti kecing nanah, sifilis, PHS (Penyakit Hubungan Seksual) atau PMS ( Penyakit Menular Seksual) dan lain-lainnya.
    Selain itu permasalahan lain yang berdampak resiko tertular Virus HIV  adalah orang yang pergi dari rumah dan bisanya terjadi pada usaia remaja juga yang berusia sekitar 12-17 tahun yang terctat sekarang ini 85% wanita maupun pria yang pergi dari rumah termasuk golongan seksual aktif dan juga termasuk golongan pencadu narkoba atau narkotika. Remaja putri yang pergi dari rumah 34%  biasanya hamil dan sangat beresiko tinggi tertular virus HIV.
VIII

Bab III

Penutup


Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna khususnya bagi pembaca yang budiman pada umumnya.
IX

1.Simpulan

    Kesimpulan dari makalah di atas itu, bawasannya kita harus Waspada terhadap Virus HIV AIDS. Di atas juga menjelaskan tentang pengertian HIV AIDS, asal usul-nya, cara penularannya, masa inkubasinya, gejalanya hingga yang beriso tinggi terkena HIV AIDS.
      Anda bisa membacanya dengan lebih lengkap lagi di atas yang telah saya susun dengan rapi. Kita sebagai orang yang sehat harus waspada terhadap virus tersebut, kalau bisa kita juga jangan sampai terlibat/terkena virus HIV AIDS.
X

2.Saran

      Saran saya kepada si pembaca jangan mendekatlah dengan virus HIV AIDS agar kita tidak terjerumus k dalam virus tersebut, biasanya orang yang terkena virus HIV itu gara-gara orang itu psiko tinggi (heteroseksual) biasanya banyak terjadi pada kaum perempuan yang selalu gonta ganti pasangan. Itulah saran dari saya, terutama kepada kaum perempuan yang suka gonta ganti pasangan.
      Apakah anda si pembaca punya masukan/saran yang lain? Ayo kembangkan imajinasi dan saran anda tentang VIRUS yang sangat ganas ini.  
XI


Tanya-Jawab seputar HIV/AIDS

1.Apakah HIV/AIDS?
Ø  HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus penyebab aids atau virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (sel darah putih) sedangkan istilah AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah kumpulan bebrapa gejala akibat menurunnya system kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
2.Siapa yang bisa tertular HIV?
Ø  Siapapun dapat tertular HIV, jika seseoran belum melakukan tes HIV, maka orang dengan HIV positif tidak mengetahui dirinya sudah tertular HIV
3.Dengan cara apa HIV dapat menular?
Ø  a.Menggunakan jarum suntik secara bergantian, tidak streril dan bekas pakai.
b.Transfusi darah yang mengandung HIV
  c.Hubungan seks berganti-ganti pasangan
  d.Dari ibu ke bayi melalui proses: kehamilan, melahirkan, dam menyusui
4.Kondisi apa saja HIV tidak menular?
Ø  a. Gigitan nyamuk atau serangga lain
b. Bersalaman, berpelukan ataupun ciuman
c. Berenamg dan memakai toilet bersama
d. Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama
e. Terpapar batu atau bersin
5.Bagaimana mengetahui status HIV?
Ø  1. Pengambilan darah dan pemeriksan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV
2. Konseling dan testing HIV sukarela
·         Prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak dibeda-bedakan serta terjamin kualitasnya.
·         Manfat konseling dan testing HIV sukarela, mendapatkan informasi, pelayanan dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing. Dukungan untuk perubahan prilaku lebih sehat dan aman dari penularan HIV
6.Bagaimana cara mencegah penularan HIV?
XII

Ø  A= Anda tidak melakukan seks bebas
B= Bersikap saling setia dengan pasangan
C= Cegah dengan memakai kondom
Stop! Jangan menggunakan narkoba suntik
·         Gunakan selalu jarum suntik steril dan baru setiap kali akanmelakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
·         Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks ama (artinya: hubungan yang tidak mungkin tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV)
·         Perkuat, jaga, dan pertahankan harmonisasi keluarga sebagai “benteng” pertama dari pencegahan HIV
7.Bagaimana tanda-tanda orang menyandang HIV?
Ø  1. Tidak ada tanda-tanda khusus yang bisa menandai
2. Secara umum, tanda-tanda utama yg terlihat pada seseorang yang sudah pada tahapan AIDS
o   Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
o   Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari 1 bulan)
o   Diare berkepanjangan (lebih dari 1 bulan)
  3. Sedangkan gejala-gejala tambahan berupa:
o   Batuk berkepanjangan (lebih dari 1 bulan)
o   Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
o   Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
o   Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh, seperti dibawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha.
8.Apakah HIV/AIDS dapat disembuhkan?
Ø  1. HIV/AIDS belum dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan cara mnekan jumlah virus serendah-rendahnya.
2. Caranya dengan:
o   Selalu berdoa kepada tuhan
o   Hadapi hidup dan kenyataan dengan rasa penuh semangat/optimis
o   Pola hidup sehat
o   Pada kondisi tertentu, dengan minum obat anti virus selama seumur hidup dengan kepatuhan, rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi
9.Apa yang bisa kita lakukan untuk orang dengan HIV AIDS?
Ø  1. Jauhi diskriminasi
2. dekati, sayangi dan tumbuhka rasa percaya diri mereka
3. prkuat barisan keluarga untuk selalu mendukung mereka
XIII

Posted on 21.14 by Unknown

10 comments


Central processing unit (CPU).

    

        Tugasnya sama seperti CPU pada kompputer, yaitu bagian yang melakukan operasi atau pemrosesan program yang tersimpan dalam PLC. CPU juga bertugas untuk melakukan pengawasan semua operasi kerja dari PLC,

Bagian CPU ini antara lain adalah :

=>Power Supply
      Power supply mengubah suplai masukan listrik menjadi suplai listrik yang sesuai dengan CPU dan seluruh komputer.

=>Alterable Memory
       Terdiri dari banyak bagian, intinya bagian ini berupa chip yang isinya di letakkan pada chip RAM (Random Access Memory), tetapi isinya dapat diubah dan dihapus oleh pengguna / pemrogram. Bila tidak ada supplai listrik ke CPU maka isinya akan hilang, oleh sebab itu bagian ini disebut bersifat volatile, tetapi ada juga bagian yang tidak bersifat volatile.

=>Fixed Memory
       Berisi program yang sudah diset oleh pembuat PLC, dibuat dalam bentuk chip khusus yang dinamakan ROM (Read Only Memory), dan tidak dapat diubah atau dihapus selama operasi CPU, karena itu bagian ini sering dinamakan memori non-volatile
yang tidak akan terhapus isinya walaupun tidak ada listrik yang masuk ke dalam CPU.

=>Processor
       Adalah bagian yang mengontrol supaya informasi tetap jalan dari bagian yang satu ke bagian yang lain, bagian ini berisi rangkaian clock, sehingga masing-masing transfer informasi ke tempat lain tepat sampai pada waktunya

=>Battery Backup
      Umumnya CPU memiliki bagian ini. Bagian ini berfungsi menjaga agar tidak ada kehilangan program yang telah dimasukkan ke dalam RAM PLC jika catu daya ke PLC tiba-tiba terputus.

=>Programmer / monitor (PM).
   Pemrograman dilakukan melalui keyboard sehingga alat ini dinamakan Programmer. Dengan adanyaMonitor maka dapat dilihat apa yang diketik atau proses yang sedang dijalankan oleh PLC. Bentuk PM ini ada yang besar seperti PC, ada juga yang berukuran kecil yaitu hand-eld programmer dengan jendela tampilan yang kecil, dan ada juga yang berbentuk laptop. PM dihubungkan dengan CPU melalui kabel. Setelah CPU selesai diprogram maka PM tidak dipergunakan lagi untuk operasi proses PLC, sehingga bagian ini hanya dibutuhkan satu buah untuk banyak CPU.

=>Modul input / output (I/O).
      Ini yang paling penting. Input merupakan bagian yang menerima sinyal elektrik dari sensor atau komponen lain dan sinyal itu dialirkan ke PLC untuk diproses.
Ada banyak jenis modul input yang dapat dipilih dan jenisnya tergantung dari input yang akan digunakan. Jika input adalah limit switches dan pushbutton dapat dipilih kartu input DC. Modul input analog adalah kartu input khusus yang menggunakan ADC (Analog to Digital Conversion) dimana kartu ini digunakan untuk input yang berupa variable seperti temperatur, kecepatan, tekanan dan posisi. Pada umumnya ada 8-32 input point setiap modul inputnya. Setiap point akan ditandai sebagai alamat yang unik oleh prosesor.
       Output adalah bagian PLC yang menyalurkan sinyal elektrik hasil pemrosesan PLC ke peralatan output. Besaran informasi / sinyal elektrik itu dinyatakan dengan tegangan listrik antara 5 – 15 volt DC dengan informasi diluar sistem tegangan yang bervariasi antara 24 – 240 volt DC mapun AC. Kartu output biasanya mempunyai 6-32 output point dalam sebuah single module. Kartu output analog adalah tipe khusus dari modul output yang menggunakan DAC (Digital to Analog Conversion). Modul output analog dapat mengambil nilai dalam 12 bit dan mengubahnya ke dalam signal analog. Biasanya signal ini 0-10 volts DC atau 4-20 mA. Signal Analog biasanya digunakan pada peralatan seperti motor yang mengoperasikan katup dan pneumatic position control devices.Bila dibutuhkan, suatu sistem elektronik dapat ditambahkan untuk menghubungkan modul ini ke tempat yang jauh. Proses operasi sebenarnya di bawah kendali PLC mungkin saja jaraknya jauh, dapat saja ribuan meter.

=>Printer.
      Alat ini memungkinkan program pada CPU dapat di printout atau dicetak. Informasi yang mungkin dicetak adalah diagram ladder, status register, status dan daftar dari kondisi-kondisi yang sedang dijalankan, timing diagram dari kontak, timing diagram dari register, dan lain-lain.

=>Proam Recorder / Player.
     Alat ini digunakan untuk menyigrmpan program dalam CPU. Pada PLC yang lama digunakan tape, sistem floopy disk. Sekarang ini PLC semakin berkembang dengan adanya hard disk yang digunakan untuk pemrograman dan perekaman. Program yang telah direkam ini nantinya akan direkam kembali ke dalam CPU apabila program aslinya hilang atau mengalami kesalahan.
Untuk operasi yang besar, kemungkinan lain adalah menghubungkan CPU dengan komputer utama (master computer) yang biasanya digunakan pada pabrik besar atau proses yang mengkoodinasi banyak Sistem PLC.
       OperaY 2 a g ��% �j% emungkinan lain adalah menghubungkan CPU dengan komputer utama (master computer) yang biasanya digunakan pada pabrik besar atau proses yang mengkoodinasi banyak Sistem PLC.

Posted on 21.03 by Unknown

5 comments